Pentingnya Olah Raga Bagi Anak-anak

Belakangan ini, ada banyak orangtua bahkan institusi sekolah yang salah paham tentang peran olahraga bagi anak dan remaja. Banyak orangtua Asia yang saya kenal yang menganggap bahwa olahraga tidaklah sepenting belajar. Manakah yang lebih penting: ekstrakurikuler berupa latihan fisik atau les matematika? Banyak orangtua memilih les matematika. Di beberapa sekolah, dalam tingkat yang lebih tinggi, jadwal kelas olahraga bahkan dibatalkan demi mempelajari pelajaran lainnya.

Mari kita lihat pentingnya olahraga bagi anak, selain untuk melepaskan energi berlebih.

Memperkuat tubuh dan membentuk kebiasaan berolahraga. Kesehatan fisik adalah faktor penting bagi perkembangan anak. Anak bisa tumbuh sehat saat mereka melawan penyakit. Orangtua merasa sangat khawatir saat anak mereka sakit. Selain memberikan nutrisi yang tepat, maka cara lainnya untuk memperkuat daya tahan anak adalah lewat olahraga. Latihan fisik sangatlah membantu pertumbuhan tulang dan perkembangan syaraf anak, serta meningkatkan koordinasi fisik dan mengendalikan berat badan mereka secara efisien.

Anak-anak membentuk kebiasaan baik sejak usia dini. Budaya rumahan menjadi semakin populer dalam kehidupan masyarakat modern. Semakin banyak orang yang bermain video game dan kecanduan internet, serta mengabaikan hal lainnya. Olahraga dianggap sebagai hal yang bertentangan dengan “rumah”, karena mengajak anak untuk pergi ke luar rumah dan melakukan latihan fisik. Anak-anak akan mendapatkan tubuh yang sehat dan bisa mengatur bentuk tubuh mereka lewat olahraga. Jika si anak gemar berolahraga sejak usia dini, maka mustahil baginya untuk membencinya di kemudian hari. Kebiasaan berolahraga yang baik akan memberi manfaat seumur hidup bagi si anak.

Mengembangkan minat olahraga. Olahraga dan kompetisi penuh dengan gairah dan mengajak anak untuk terlibat secara penuh. Para orangtua selalu bilang bahwa hobi harus dipupuk sejak dini, dan ketertarikan pada olahraga akan terus berlangsung seumur hidup. Anak pertama saya mulai bermain sepakbola sejak usianya 3 tahun. Kini, 9 tahun kemudian, dia tetap rutin pergi berlatih setiap minggunya. Dia bergabung dengan tim sepakbola saat usianya 5 tahun, dan kini dia mewakili tim sepakbola junior di sekolahnya untuk berpartisipasi dalam segala macam kompetisi. Sepakbola telah menjadi bagian penting dalam hidupnya. Rasa cintanya akan sepakbola akan selalu menyertainya hingga dewasa.

Yang terpenting adalah menumbuhkan karakter dan semangat lewat olahraga. Semangat olahraga adalah persaingan sehat. Setiap kompetisi olahraga mempunyai aturan yang jelas. Semua pihak yang terlibat harus mematuhi peraturan, menghormati otoritas dan bersaing secara adil. Anak-anak harus mengikuti peraturan, menghormati keputusan wasit dan bersikap adil, agar mereka tumbuh menjadi sosok yang jujur dan adil dalam kehidupan sehari-hari.

Tak takut kalah dan berani menghadapi masalah. Bagaimanakah cara menumbuhkan EQ anak? Sebenarnya, olahraga dan kompetisi adalah waktu yang tepat untuk memupuk EQ. Olahraga kompetitif adalah perihal menang atau kalah. Semakin awal anak-anak menghadapi kemenangan atau kekalahan, maka akan semakin banyak keuntungan yang mereka dapatkan perihal persaingan sehat. Tak masalah jika mereka kalah, yang terpenting adalah untuk terus mencoba. Anak-anak yang memiliki karakter kuat akan lebih tenang menerima keputusan menang/kalah jika mereka tahu bagaimana rasanya gagal dan air mata. Hasilnya, anak-anak akan lebih siap menerima kegagalan di masa depan.

Pribadi pantang menyerah dan tangguh. Dalam pertandingan satu lawan satu, maka akan ada dua orang pemain yang berjuang untuk terus bertahan. Jangan pernah menyerah jika masih ada harapan. Agar bisa mencapai tujuan dan menang, maka mereka harus sanggup untuk kembali berdiri setelah jatuh, meskipun hal tersebut sulit. Karakter tangguh seperti ini akan terus dilatih lewat olahraga.

Semangat kerjasama. Kesadaran akan pentingnya kerjasama bisa sepenuhnya dipupuk lewat olahraga tim; hal ini khususnya sangat penting bagi banyak anak tunggal. Anak-anak bisa belajar cara bekerjasama dengan orang lain, cara menggunakan keunggulan mereka dalam kelompok, serta cara memaksimalkan kepentingan tim. Dalam latihan umum dan kompetisi olahraga, anak-anak bisa memahami bahwa kepentingan kelompok berada di atas kepentingan pribadi. Mereka tak boleh bersikap egois dan mengabaikan anggota kelompok, mereka harus tahu cara mematuhi pelatih, memahami cara bertanggungjawab dengan penuh keberanian, dan berani bertanya. Anak-anak dalam lingkungan olahraga seperti ini juga akan tumbuh menjadi anak yang tahu cara menghormati orang lain dan tahu cara mendapatkan rasa hormat dari orang lain.

Saat anak berlarian di taman bermain, bermain di lapangan rumput dan berkelahi di lapangan, itu adalah saat bagi mereka untuk belajar cara menghadapi tantangan dan menantang diri sendiri. Bagi para orang tua yang membiarkan anak mereka untuk selalu menang, mohon beri mereka tempat dan waktu untuk melatih tubuh dan karakter mereka.

Tracy Liu (Mrs.)
sumber : https://www.ef.co.id/englishfirst/efblog/educational-advice/tips-orang-tua/pentingnya-olahraga-bagi-anak/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *